David Buttler dan Linda Tischler dalam Bukunya Design to Grow How Coca-Cola Learned to Combine Scale and Agility, mendefinisikan skala sebagai kemampuan meningkatkan kuantitas tanpa mengurangi kualitas atau laba. Menurut KBBI, lestari berarti kekal dan mampu bertahan. Kekal dan bertahan dalam konteks bisnis artinya organisasi mampu eksis melampaui siklus kemimpinan dan produk.

Seorang pelaku bisnis atau aktivis pergerakan sosial pasti mendambakan pertumbuhan setiap usahanya dari waktu ke waktu. Pertumbuhan yang lahir dari sebuah kultur, berjalan secara mandiri, dan melampaui siklus kepemimpinan dan produk. Itu artinya, Anda sudah menciptakan sebuah organisasi yang kuat. Pertumbuhan terkait dengan “skala”, sementara itu organisasi yang mampu melampaui siklus kepemimpinan dan produk terkait dengan “lestari”. Skala lestari adalah orientasi tertinggi kegiatan bisnis.

Apakah Anda sudah menjadikan skala lestari sebagai orientasi bisnis Anda? Jika sudah, maka saya ucapkan selamat, karena Anda sudah menuju ke “akhir” yang tepat. Jika belum, maka sudah saatnya untuk menjadikan skala lestari sebagai tujuan bisnis Anda. “Tapi Saya masih fokus pada upaya-upaya jangka pendek untuk mempertahankan bisnis, saya merasa belum berfikir tentang skala lestari”, “Skala lestari adalah hal yang muluk-muluk, saya realistis pada aktivitas yang saya jalani sekarang”, mungkin banyak yang berfikiran seperti ini.

Plihan Anda tentang orientasi bisnis di atas bukan sesuatu yang salah, karena menyangkut pilihan dalam hidup. Ya semua itu diawali dari sebuah pilihan. Namun, sekedar memilih itu bisa jadi sebuah sikap yang sangat susah bagi sebagian besar orang. Sekedar memilih untuk memiliki tujuan akhir “bisnis saya bisa bertahan sudah bagus v.s bisnis saya tumbuh, lestari, membuat saya memiliki kebebasan waktu dan finansial”, bukan perkara mudah. Ya sekedar memilih. Bukan karena pilihannya yang susah, namun lebih pada faktor “keberanian”, ya keberanian memilih. Ini baru tentang masalah pilihan, sebuah pilihan di awal, pilihan untuk bagaimana mencapai kehidupan bisnis di masa depan.

Para pakar manajemen menegaskan bahwa gambarkan bagaimana bentuk/tujuan akhir┬ánanti sebelum memulai sesuatu, membuat program kerja, mengembangkan produk, dan lain-lain. Dari bentuk/tujuan akhir kemudian ditarik ke belakang menjadi serangkaian rencana, bukan sebaliknya. Ini memang berat bagi yang tidak terbiasa. Maka perlu dibiasakan, agar arah setiap usaha kita menuju pada satu titik akhir yang secara jelas tergambar di awal. Ini memang berat, bagi yang tidak memiliki mental kuat, terlebih jika mengaca pengalaman kegagalan di masa lalu. “Tidak usah muluk-muluk, nanti kalau jatuh, sakit”, stigma seperti ini yang berseliweran di sekitar kita.

Dari pemahaman ini, akhirnya mampu menjawab sebuah fenoma, mengapa sebagian besar bisnis hanya berjalan di tempat, startup akan tetap menjadi startup, UMKM akan tetap memiliki skala yang sama dari tahun ke tahun. Tahun ini berjualan “A”, sepuluh, duapuluh tahun kedepan juga akan masih sama. Apakah skala yang tetap, naik turun, atau cenderung tidak berubah, merupakan sebuah keburukan? Saya tidak bisa menjawab, karena sekali lagi itu adalah pilihan masing-masing pengusaha. Namun, karena kesempatan hidup hanya satu kali dan sangat pendek, maka jika kita memiliki pilihan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, mengapa memilih hasil yang kecil? Mengapa memilih untuk hidup pas-pasan dan termehek-mehek ketika melihat biaya hidup semakin tinggi? Ini hanya masalah pilihan, maka pilihlah dulu, oke? Hanya memilih, dan masalah esok hari adalah urusan lain.

Robert T Kiyosaki menyampaikan bahwa tugas pengusaha adalah menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Lapangan kerja yang mampu memberikan kesejahteraan lahir batin jangka panjang kepada orang-orang yang bekerja di dalamnya. Semakin sejahtera, maka nilai hidup seorang pengusaha semakin tinggi. Jika tingkat kepuasan Anda dalam berbisnis terletak pada kepuasan orang-orang yang bekerja dengan Anda, maka selamat, Anda memiliki energi yang bersinergi dengan pertumbuhan perusahaan.

Lapangan kerja yang memberikan kesejahteraan lahir batin jangka panjang pasti adalah sebuah tempat yang tumbuh dengan skala yang baik. Untuk dapat memberikan kesejahteraan itu dibutuhkan dukungan finansial yang kuat, konsisten naik dari waktu ke waktu, lebih tinggi dari kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Maka dari itu, ketika Anda memilih jalan sebagai seorang pengusaha, maka skala perusahaan lestari adalah sebuah pilihan mutlak untuk dijadikan tujuan besar akhir sebelum Anda memulai, memulai sebuah “cerita”.

2 Replies to “Skala Lestari – Sebuah Akhir yang Mengawali Cerita”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *